18 February 2010 |

Apa sih Ciri Khas Film Indonesia?

Poster Film Indonesia
Sudah beberapa hari ini saya banyak menghabiskan waktu dengan menonton berbagai macam film. Selain untuk menyegarkan pikiran yang suntuk juga untuk mendapatkan sesuatu yang baru misalnya lokasi-lokasi di negara tersebut yang keren untuk dikunjungi hingga jalan cerita yang mungkin menginspirasi saya :D

Ditengah asyiknya menonton terlintas sebuah pertanyaan di benak saya "Apa sih ciri khas film Indonesia?". Kalau yang saya lihat dari tren saat ini, film-film Indonesia masih terus didominasi film ber-genre Komedi Dewasa.

Masih sedikit film "bagus" sekelas film fenomenal Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Sedih juga melihat kenyataan bahwa tidak semua film "bagus" tersebut mendapat respon yang baik dari masyarakat Indonesia, malah justru dunia internasional yang memberikan penghargaan atas jerih payah sineas kita. Tapi menurut saya saat ini masyarakat Indonesia sudah sangat pintar dalam memilih dan memilah film-film yang memang layak ditonton atau hanya layak untuk dilihat di televisi --karena biasanya film Indonesia bakalan diputar lagi di televisi--

Mari kita mulai dari film India, film-film keluaran Bollywood memiliki ciri khas yang rasanya semua orang telah hapal betul, yak tepat sekali, TARIANnya. Di beberapa film yang pernah saya tonton, selalu saja adegan menyanyi dan menari ditambah lagi dengan penari yang tiba-tiba datang entah dari mana asalnya :D tapi jujur keren, karena setiap filmnya selalu menampilkan koreografi yang berbeda.

Bahkan film sekelas Slumdog Millionaire yang disutradarai oleh Danny Boyle pun tak lepas dari adegan TARIAN dibagian akhir film.

Berikutnya film Korea, dari beberapa film Korea yang pernah saya tonton, film dari negeri ini identik dengan keceriaan, kocak, dan romantis. Film yang paling fenomela menurut saya tetaplah My Sassy Girl yang kemudian dibuat versi Hollywoodnya dengan judul yang sama.

Setelah dari India dan Korea, kita menuju ke Thailand. Film-film dari negeri gajah yang pernah saya tonton kebanyakan ber-genre horror cuma satu yang tidak "Dear Galileo" --itupun karena mengira film Korea--.

Tidak kalah dengan film horor buatan Indonesia, film Thailand memiliki kisah-kisah yang sama mencekamnya dan mampu membuat bulu kuduk merinding. Tidak heran mengapa film horor dari Benua Asia selalu mendapat tempat tersendiri di para penikmat horor di penjuru dunia. Ceritanya yang tidak terkesan dibuat-buat ditambah lagi dengan budaya yang masih mempercayai hal-hal berbau mistis makin mendukung keseraman film-film dari Benua Asia.

Sudah dari Benua Asia mari kita melompat ke daratan Amerika. Ciri khas yang saya rasakan sekali dari film-film Hollywood adalah visual effectnya yang FANTASTIS. Mulai dari film lawas seperti Terminator hingga film 2012, yang banyak menuai kontroversi, selalu saja menampilkan visual effect yang menakjubkan.

Bagaimana dengan film Indonesia?
 
© 2008-2016 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker