02 January 2012 |

Mental Pencuri dan Lampu Merah

Suasana tahun baru 2012 masih saja terasa, terutama di daerah tempat tinggal saya *gara-gara ulah sebagian orang yang masih saja menyalakan petasan sampai saat ini :(*.

Oke, kembali ke topik...

"Mental Pencuri dan Lampu Merah" saya pilih menjadi judul pembuka coretan saya di CCB tahun 2012, alasannya karena ide cerita ini sudah lama mengendap di otak saya dan belum tertuangkan kedalam coretan. Tenang aja coretan ini gak akan membahas masalah yang berat-berat, hanya sekedar berbagi pandangan saya terhadap masalah-masalah sosial yang sering terjadi, dan sayangnya kerap terjadi tanpa adanya solusi dan tindakan yang jelas dan tegas dari pihak-pihak yang berwenang *loh kok jadi berat* :)).

Jadi ceritanya bermula dari sini...
Saya seorang pengguna kendaraan bermotor roda dua pemula yang punya ambisi untuk keliling  Jakarta, walaupun rute yang paling sering saya lewati cuma dua, Palmerah-Bekasi dan Palmerah-Taman Mini yang memakan waktu kurang lebih satu jam *kelamaan ya?, kan udah saya bilang, saya pemula*.

Selama saya mengendarai motor di Jakarta, ada beberapa hal yang saya rasakan menjadi musuh bagi sebagian pengendara motor, yaitu: hujan, banjir, angkot yang berhenti sembarangan dan kemacetan.

Jika diurut-urutkan, empat kejadian diatas itu saling berhubungan dan berujung pada kemacetan, hubungannya kurang lebih seperti ini:
  1. Hujan - Banjir - Macet
  2. Angkot berhenti sembarangan - Macet
  3. Hujan - Banjir - Angkot berhenti sembarangan - Macet total
Tapi hal tersebut belum cukup menyebalkan bagi saya, yang paling menyebalkan bagi saya adalah pengendara kendaraan bermotor -dan juga pejalan kaki- yang melanggar lampu merah. Bayangkan Anda sedang pol-polnya narik gas karena lampu di tempat Anda masih hijau, tiba-tiba dari arah lain nyelonong motor nyuri start padahal masih lampu merah.

Selain berisiko kecelakaan, hal tersebut menurut saya merupakan salah satu bentuk pencurian, yaitu pencurian hak pengguna jalan lainnya. Hal ini bertambah parah pada malam hari, ketika jalanan sepi dan lampu masih merah, ada beberapa oknum pengendara kendaraan bermotor yang nekat untuk tetap melaju kencang melewati lampu merah tersebut, padahal risikonya sangat besar, mengingat kondisi sudah gelap dan sepi, tentunya kendaraan dari arah lainnya yang mendapat giliran lampu hijau pasti sedang pol-polnya menginjak gas lalu tiba-tiba harus menghentikan laju kendaraannya gara-gara oknum pengendara yang nyelonong tadi. Iya klo berhentinya mulus, klo nyenggol, atau bahkan tabrakan beruntun, pastinya tu pengendara yang nyelonong bakalan ngibrit aja.

Pencurian ternyata tidak hanya terjadi di tingkat atas (korupsi), bahkan di lapisan masyrakat bawah pun hal tersebut tanpa disadari sering terjadi dan bahkan seolah-olah menjadi hal yang lumrah. Masih banyak pencurian dalam bentuk kecil lainnya, namun saya mengangkat topik oknum pengendara kendaraan bermotor karena dampak yang ditimbulkan sangat signifikan terhadap keselamatan orang lain.

Salah satu hal yang saya ingin apresiasi adalah zona berwarna merah yang dinamakan Ruang Henti Khusus (RHK) bagi pengendara motor yang pertama kali saya lihat di daerah Mal Metropolitan, Bekasi. Mungkin RHK juga sudah diterapkan di beberapa daerah lainnya di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

Semoga saja lalu lintas di Indonesia tahun 2012 dapat lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Amin.
 
© 2008-2016 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker