26 Januari 2012

Parkiran dan Tukang Parkir (Ilegal)

DITIPU merupakan sebuah pengalaman yang mengesalkan sekaligus berharga. Mengesalkan, ya jelas, karena mungkin saja menyebabkan kerugian material maupun non-material, belum lagi dampak psikologis seperti merasa begitu bodohnya kok bisa-bisanya sampai tertipu dan lainnya. Lantas kenapa berharga? karena dengan pengalaman tersebut, seharusnya kita jauh lebih waspada sehingga tidak menjadi korban penipuan lagi *paling gak dengan modus yang sama*.

Masih terkait tipu-menipu, saya pengen cerita sedikit tentang beberapa kejadian yang melibatkan lahan parkir, saya (korban), oknum tukang parkir (tersangka) dan tipu-menipu. Lokasinya terjadi di tiga tempat: Blok M Square, Bank Muamalat Pusat (Sudirman) dan Roxy Mas.

Blok M Square Dikarenakan suatu hal, saya akhirnya memutuskan untuk berbelanja di Blok M Square, dengan membawa sepeda motor dan parkir di tempat yang memang sudah disediakan. Proses parkirnya jelas, saya mengambil karcis tanda parkir lalu memarkirkan motor untuk kemudian berbelanja. Singkat cerita setelah selesai berbelanja saya kembali ke motor untuk bergegas pulang, namun jreng-jreng, muncul tukang parkir dengan pakaian resmi yang juga digunakan oleh petugas parkir Blok M Square lainnya dan meminta uang parkir.

Karena saya masuk menggunakan karcis, saya pun bertanya apakah saya perlu membayar lagi di pos, dan dengan santainya dijawab "gak usah bang, bayar disini aja.", saya sih percaya aja karena pakaian yang digunakan sama dengan petugas Blok M Square lainnya. Okelah, saya pun membayar kepada tukang parkir dan melajukan motor menuju pos pintu keluar motor. Begitu saya memberikan karcis, petugas lalu meminta uang parkir, "lah, saya kan tadi udah bayar disana" jawab saya, yang lalu dijawab oleh petugas "oh itu bukan tukang parkir resmi pak, itu preman disini, udah dari lama jaga disini, jadinya susah diusir".

Pesan Moral:
Klo masuk pake KARCIS jangan sekali-kali bayar selain di pos.


Bank Muamalat Pusat Ini untuk kedua kalinya saya mengunjungi Bank Muamalat Pusat yang terletak di Gedung Arthaloka Jl. Jend. Sudirman No.2. Bedanya kunjungan pertama menggunakan transportasi umum, sedangkan yang kedua menggunakan sepeda motor. Ketika motor sudah sampai tepat di depan Gedung Arthaloka, saya mulai ragu, apakah ada tempat parkiran motor, karena gak ada satpam yang berjaga di depan gedung.

Awalnya saya berniat masuk untuk kemudian bertanya sampai ada suara tak dikenal bilang "Bang parkir disini aja, di dalem gak ada parkiran". Karena melihat banyaknya motor yang parkir di depan gedung tersebut (dibawah jembatan penyebrangan) saya seolah-olah terhipnotis oleh tukang parkir untuk parkir ditempat yang dia tunjuk.

Begitu sampai di dalam kantor Bank Muamalat, saya iseng bertanya kepada mbak Customer Service karena penasaran masa gak ada parkiran motor dan jawaban mbak tersebut "Ada kok, dibagian belakang, gak keliatan dari depan" arghh... ok, tenang-tenang.

Pesan Moral:
Lain kali mending nanya dulu deh ke pak satpam atau mas-mas yang nongkrong depan gedung ada parkiran motor gak, klo memang gak ada baru deh parkir ditempat yang memungkinkan.


Roxy Mas
Tau Roxy Mas kan? itu loh tempat jualan handphone yang konon paling komplit se-Jakarta. Klo kamu pernah mampir ke Roxy Mas tentunya tau parkiran liar yang berada tepat dibawah flyover yang selalu penuh, karena kapasitas parkiran Roxy Mas yang terlalu sedikit bagi pengendara motor.

Karena cuma sebentar belanja di Roxy Mas, saya memutuskan untuk parkir ditempat tersebut, dengan tukang parkir A. Si tukang parkir minta dibayar duluan dengan alasan biar nanti gak repot lagi. Oke, saya bayar deh, kurang lebih 30 menit, saya keluar dari Roxy Mas dan ke parkiran untuk ngambil motor, eng ing eng, ternyata muncul tukang parkir lainnya yang minta bayaran juga.

Si tukang parkir beralasan bahwa sekarang sudah ganti shift jadi harus bayar dengan petugas yang baru. Padahal jelas-jelas dibagian ekor motor ada coretan kapur tanda sudah dibayar, tapi si tukang parkir tersebut tetep ngotot dengan alasan ganti shift. Biar gak ribut berkepanjangan, saya mengalah dan membayar sesuai tarif yang diminta.

Pesan Moral:
Parkirlah di tempat yang resmi, jangan ditempat yang "remang-remang".

Kesimpulan dari cerita diatas adalah, jangan sekali-kali parkir ditempat yang ilegal, apalagi dengan oknum tukang parkir gaib yang baru muncul ketika motor sudah mau keluar dari parkiran, padahal waktu parkir gak keliatan siapa-siapa. Boro-boro bantuin parkir, lah motor mau keluar juga gak dibantu narik.

Punya pengalaman menarik dengan oknum tukang parkir, monggo dibagi disini.

0 celotehan:

Poskan Komentar

Silakan meninggalkan komentar, pertanyaan, kesan, pesan dan saran pada kotak komentar dibawah ini.

Diharapkan tidak memasukan URL pada komentar, kecuali masih relevan dengan pertanyaan, karena secara otomatis akan dimasukan kedalam kategori spam.

Terima kasih atas kunjungannya.