21 July 2014 |

Rejeki Sudah Diatur, yang Penting Terus Berusaha

Seringkali ketika sedang asik-asiknya mencari rejeki kita lalai akan kewajiban kita terhadap Sang Pemberi Rejeki. Dengan seribu satu alasan kita tunda apa yang telah menjadi kewajiban dengan harapan rejeki yang didapatkan akan lebih banyak, bagaimana bisa, sedangkan kewajiban kepada Sang Pemberi Rejeki saja kita abaikan.

Sebagian dari kita mungkin saat ini punya rejeki yang berlimpah, tapi jangan lupa bahwa rejeki itu adalah ujian, tidak memiliki rejeki pun ujian. Rejeki tidak harus selalu berupa uang. Umur panjang, kesehatan pun adalah rejeki. Jadi sudah sepantasnya kita bersyukur kepada sang Khalik atas apa yang kita miliki saat ini.

"Hidup kita di dunia tidak lama kok, jadi jangan sibuk mengingat masa lalu dan mencemaskan masa depan. Semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, yang penting jangan putus asa dan terus berusaha".

Saya jadi teringat perkataan seorang bapak yang saya temui di sebuah kapal dalam penyebrangan kembali ke Jakarta.

"Kamu akan merasakan kedekatan mu dengan tuhan ketika Istri mu akan melahirkan dan kamu tidak punya uang sepeserpun, disitulah kamu akan lihat bahwa setiap manusia yang lahir ke dunia pasti dibekali rejeki"

Rejeki itu tidak akan tertukar, tidak seperti sendal jepit.

Bagi yang masih merasa arus rejekinya bermasalah, buru-buru luruskan niatnya, rapihkan shalatnya, tingkatkan sedekahnya, In syaa Allah, rejeki pasti datang menghampirimu.

Renungan Senin malam bulan Ramadhan 1435 H, sembari mengingat kembali buku La Tahzan dan hapalan Juz Amma.
 
© 2008-2016 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker