06 October 2010 |

SMS Spam Semakin Merajalela

SMS Spamming
Mungkin memang sudah kodratnya, penipuan selalu saja bisa masuk ke berbagai jenis media, mulai dari percakapan melalui pesawat telepon, SMS, website, transaksi jual beli online, sampai dengan tatap muka :D. Menurut saya pribadi, penipuan tidak terlepas dari yang namanya Social Engineering. Apa itu Social Engineering? Pernah dengan nama Kevin Mitnick? Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang terkenal dengan teknik Social Engineering.

Inti dari Social Engineering adalah memanipulasi manusianya, bukan media ataupun alat. Jadi secanggih apapun keamanan sebuah jaringan, jika manusia yang mengoperasikannya berhasil dimanipulasi, tentunya bukan hal yang sulit untuk masuk ke jaringan tersebut.

Kembali ke topik :D, jadi beberapa bulan lalu saya mendapatkan kabar bahwa SMS penipuan semakin merebak, salah satu contohnya adalah SMS dari *seolah-olah* seorang ibu yang mengabari anaknya melalui pesan singkat bahwa si ibu mengalami kecelakaan dan minta dikirimkan pulsa untuk mengabari keterangan kecelakaannya. Eng ing eng, yang ternyata itu adalah penipuan. Karena nomor yang digunakan si ibu tentunya adalah nomor baru yang tidak terdapat di daftar telepon si anak.

Efek dari SMS itupun beragam, bagi yang waspada, tentunya akan langsung menghubungi orang yang bersangkutan, bagi yang sedikit ceroboh ya langsung ngirim pulsa ke nomor tujuan :D. Bagi yang jantungan, akan pingsan, seperti yang dialami oleh tetangga saya, begitu mendapati SMS yang mengabarkan anaknya kecelakaan, dan lucunya malah minta ditransferin pulsa :D



Sayapun sempat mendapatkan SMS serupa, namun lucunya saat itu ibu saya sedang berada tidak jauh dari saya :D.

Ini salah satu contoh SMS Spam yang masuk ke inbox saya, mulai dari yang nawarin RBT artis, sampai promosi situs *yang SMS hadiah tidak saya masukkan karena sudah umum :D*.



Pernah mengalami hal serupa?
 
© 2008-2016 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker