Siapa yang tidak kenal dengan Dropbox, salah satu online storage yang terkenal hingga saat ini. Layanan Dropbox pun bisa jadi merupakan pemicu munculnya beberapa perusahan top untuk berbenah diri pada layanan serupa, sebut saja Drive (Google), OneDrive (Microsoft), Box hingga yang satu pemain baru yang berani menawarkan free space hingga 150GB, Tardis Box.
Nah, Dropbox, Inc. selaku perusahaan yang menaungi Dropbox pun kini melakukan diversifikasi dengan beberapa produk pendukung seperti Mailbox (serupa tak sama dengan Inbox dari Google), dan Carousel (mirip dengan Google Photos).
Dropbox baru-baru ini meluncurkan fitur yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan editing dokumen Word, Excel dan PowerPoint langsung pada Dropbox menggunakan Microsoft Office Online. Kerjasama Dropbox dan Microsoft ini tentunya disambut baik oleh para penggunanya aplikasi penyimpanan online tersebut. Integrasi ini juga merupakan langkah Microsoft untuk memperkenalkan Microsoft Office Online kepada khalayak umum.
Fitur ini dapat kamu akses ketika membuka dokumen Office, seperti Word, Excel dan PowerPoint, langkah-langkahnya kurang lebih seperti berikut:
Showing posts with label #Office. Show all posts
Showing posts with label #Office. Show all posts
23 April 2013 | #Office, #Word
Membuat Daftar Isi Secara Otomatis Menggunakan Microsoft Word 2010
Microsoft Word merupakan aplikasi pengolah kata yang mayoritas dari kita sudah sangat sering menggunakannya. Namun yang menarik masih banyak dari penggunanya yang masih belum mengetahui fitur apa saja yang terdapat pada Microsoft Word, selain untuk membuat dokumen sederhana. Hal inilah yang saya rasakan ketika memberikan materi Tips dan Trik Microsoft Office 2010 kepada para guru SD, SMP dan SMA dalam program Microsoft Partners in Learning (PIL) tahun lalu.
Salah satu tips dan trik yang akan saya ulas pada coretan kali ini mengenai cara Membuat Daftar Isi Secara Otomatis Menggunakan Microsoft Word 2010. Karena pada prakteknya ketika harus membuat sebuah karya tulis, laporan yang membutuhkan daftar isi, waktu yang dibutuhkan untuk membuat daftar isinya terkadang jauh lebih lama daripada membuat isinya :D. Hal ini dikarenakan harus mencocokan nama judul dengan nomor halaman, yang terkadang perlu diperbaiki kembali apabila terjadi perubahan pada dokumen tersebut.
Fitur yang digunakan untuk membuat daftar isi secara otomatis dinamakan Table of Contents yang dapat diakses melalui tab References kemudian lihat icon paling kiri.
Setiap judul maupun sub-judul yang ingin masuk kedalam daftar isi, harus menggunakan Style Heading 1, 2, 3, .... Heading 1 digunakan sebagai judul, sedangkan Heading 2 dan seterusnya digunakan sebagai sub-judul. Hasilnya akan terlihat pada daftar isi, dimana Heading 2 akan terlihat lebih menjorok ke dalam dibandingkan Heading 1.
Salah satu tips dan trik yang akan saya ulas pada coretan kali ini mengenai cara Membuat Daftar Isi Secara Otomatis Menggunakan Microsoft Word 2010. Karena pada prakteknya ketika harus membuat sebuah karya tulis, laporan yang membutuhkan daftar isi, waktu yang dibutuhkan untuk membuat daftar isinya terkadang jauh lebih lama daripada membuat isinya :D. Hal ini dikarenakan harus mencocokan nama judul dengan nomor halaman, yang terkadang perlu diperbaiki kembali apabila terjadi perubahan pada dokumen tersebut.
Fitur yang digunakan untuk membuat daftar isi secara otomatis dinamakan Table of Contents yang dapat diakses melalui tab References kemudian lihat icon paling kiri.
Setiap judul maupun sub-judul yang ingin masuk kedalam daftar isi, harus menggunakan Style Heading 1, 2, 3, .... Heading 1 digunakan sebagai judul, sedangkan Heading 2 dan seterusnya digunakan sebagai sub-judul. Hasilnya akan terlihat pada daftar isi, dimana Heading 2 akan terlihat lebih menjorok ke dalam dibandingkan Heading 1.
22 January 2013 | #Office, #PowerPoint, #Tips
Membuat Menu DropDown pada PowerPoint
Tahun ini saya berencana untuk lebih banyak berbagi mengenai Tips dan Trik baik Office (Word, Excel dan PowerPoint), dan hal lainnya yang tidak kalah menariknya :D.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai Tips dan Trik, yang nantinya saya harapkan dapat membuat presentasimu menjadi lebih menarik.
Menu DropDown biasanya kita temui pada banyak situs dengan tujuan untuk memudahkan user untuk berpindah halaman dengan lebih cepat (berdasarkan kategori tertentu), pada PowerPoint, menu tersebut akan kita gunakan untuk memudahkan kita berpindah halaman slide (umumnya dikarenakan ada pertanyaan dari audiens yang merujuk pada slide tertentu) tanpa perlu melewati slide-slide sebelumnya (yang terkadang dapat merusak alur presentasi yang telah kita buat).
Baiklah sebelum kita mulai ada baiknya kita ucapkan Basmallah :).
Untuk membuat Menu DropDown pada PowerPoint langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai Tips dan Trik, yang nantinya saya harapkan dapat membuat presentasimu menjadi lebih menarik.
Menu DropDown biasanya kita temui pada banyak situs dengan tujuan untuk memudahkan user untuk berpindah halaman dengan lebih cepat (berdasarkan kategori tertentu), pada PowerPoint, menu tersebut akan kita gunakan untuk memudahkan kita berpindah halaman slide (umumnya dikarenakan ada pertanyaan dari audiens yang merujuk pada slide tertentu) tanpa perlu melewati slide-slide sebelumnya (yang terkadang dapat merusak alur presentasi yang telah kita buat).
Baiklah sebelum kita mulai ada baiknya kita ucapkan Basmallah :).
Untuk membuat Menu DropDown pada PowerPoint langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Buatlah sebuah slide kosong (blank)
- Masukan objek kotak (rectangle) yang dapat kamu akses melalui INSERT > SHAPES, kemudian cari rectangle
- Buatlah sebuah kotak kemudian klik kotak tersebut dan berikan nama (contoh: MENU)
- Kemudian buat beberapa kotak lainnya dengan cara meng-copy kotak pertama (contoh: buat tiga kotak lainnya dan beri nama FOOTBALL, BASEBALL, RUGBY
- Kemudian susun ketiga kotak tersebut tepat dibawah kotak MENU (agar lebih rapih gunakan Align
- Kemudian Group ketiga kotak tersebut
- Setelah itu kamu tambahkan animasi Wipe dan pilih Effect Options From Top
- Pilih Trigger kemudian pilih nama kotak MENU (untuk memudahkan kembali ke HOME pilih SELECT kemudian pilih SELECTION PANE)
- Berikutnya tambahkan animasi Exitnya dengan cara yang sama, jangan lupa gunakan Add Animation untuk menambahkan animasi, jangan dengan menggantinya secara langsung dari Animation
Update link: 27 Desember 2015
Berikut saya sertakan file contoh sederhana Contoh Menu DropDown PowerPoint Basic
dan versi yang sedikit kompleks :) Contoh Menu DropDown PowerPoint Advanced
*Jalankan dalam versi SlideShow untuk melihat bagaimana menu dropdown bekerja.
**Buka panel Animation untuk melihat animasi yang digunakan ...
Berikut saya sertakan file contoh sederhana Contoh Menu DropDown PowerPoint Basic
dan versi yang sedikit kompleks :) Contoh Menu DropDown PowerPoint Advanced
*Jalankan dalam versi SlideShow untuk melihat bagaimana menu dropdown bekerja.
**Buka panel Animation untuk melihat animasi yang digunakan ...
07 December 2012 | #Aplikasi, #Office, #PowerPoint
PPTimer, Aplikasi Waktu untuk Presentasi
Coretan kali ini diawali dari pengalaman ketika saya mengajar di PT Musashi Auto Parts Indonesia. Salah satu peserta menanyakan adakah fitur di PowerPoint yang memungkinkan untuk menampilkan timer, menghitung mundur durasi presentasi, ketika slide presentasi dijalankan pada mode SlideShow.
Setelah saya ngulik-ngulik ternyata saya belum menemukan timer yang mudah digunakan dan berjalan pada mode SlideShow. Paling maksimal saya menyarankan menggunakan Rehearse Timings dengan mengatur durasi waktu presentasinya sesuai dengan ketentuan.
Masih dengan rasa penasaran, saya kembali mencoba mencari aplikasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bertemulah saya dengan PPTimer, aplikasi penghitung mundur yang berjalan baik ketika slide presentasi dijalankan pada mode SlideShow.
Monggo di unduh di Presto's Presentation Timer (PPTimer) atau juga bisa di unduh di PPTimer 1.1.
23 November 2011 | #Office, #PowerPoint
Menyiasati Wrap-Text Objek pada PowerPoint
Secara default Microsoft PowerPoint tidak menyediakan fitur wrap text, informasi ini saya dapatkan dari situs resmi Microsoft yang dapat kamu lihat Wrap text around an object in PowerPoint.
Namun kamu dapat menyiasati permasalah diatas dengan cara membuat wrap-text terlebih dahulu di Microsoft Word. Masukan juga gambar yang kamu inginkan, setelah selesai melakukan wrap-text di Word, kamu dapat menyalin bagian tersebut untuk dipindahkan ke PowerPoint.
Buka aplikasi PowerPoint dan gunakan fitur Paste Special untuk memindahkan objek dari Word ke PowerPoint. Pada bagian Paste Special pilih Microsoft Office Word Document Object.
Tada, selesai. Sekarang kamu dapat melakukan wrap-text dengan mudah menggunakan kombinasi dari Word dan PowerPoint.
Kelebihan dengan menggunakan cara diatas adalah kamu dapat dengan mudah merubah teks dan gambar tersebut, seperti ketika kamu membuatnya di Microsoft Word.
Ada yang punya cara lain? silakan berbagi melalui kotak komentar dibawah.
Namun kamu dapat menyiasati permasalah diatas dengan cara membuat wrap-text terlebih dahulu di Microsoft Word. Masukan juga gambar yang kamu inginkan, setelah selesai melakukan wrap-text di Word, kamu dapat menyalin bagian tersebut untuk dipindahkan ke PowerPoint.
Buka aplikasi PowerPoint dan gunakan fitur Paste Special untuk memindahkan objek dari Word ke PowerPoint. Pada bagian Paste Special pilih Microsoft Office Word Document Object.
Tada, selesai. Sekarang kamu dapat melakukan wrap-text dengan mudah menggunakan kombinasi dari Word dan PowerPoint.
Kelebihan dengan menggunakan cara diatas adalah kamu dapat dengan mudah merubah teks dan gambar tersebut, seperti ketika kamu membuatnya di Microsoft Word.
Ada yang punya cara lain? silakan berbagi melalui kotak komentar dibawah.
22 November 2011 | #Office, #Word
Membuat No.Halaman, Header dan Footer Berbeda pada Word 2007
Berawal dari pertanyaan seorang siswa, mengenai cara membuat nomor halaman, header dan footer yang berbeda-beda pada setiap halaman dalam satu lembar kerja dokumen, akhirnya saya membuat coretan ini sebagai pengingat.
Mungkin sebagian dari kamu pernah mengalami harus membuat dokumen, skripsi ataupun proposal yang memiliki bagian-bagian yang memiliki nomor halaman, header dan footer yang berbeda-beda. Mungkin dulu yang sering dilakukan adalah dengan membuat dokumen yang berbeda-beda untuk setiap bagian, jadinya malah seperti babI.doc, babII.doc, katapengantar.doc dan lainnya, yang seharusnya tidak perlu dilakukan jika kamu sudah mencoba dibawah ini.
Untuk membuat nomor halaman, header dan footer yang berbeda-beda pada setiap halaman dalam satu lembar kerja dokumen dapat dilakukan dengan cara menggunakan fitur break.
Mungkin sebagian dari kamu pernah mengalami harus membuat dokumen, skripsi ataupun proposal yang memiliki bagian-bagian yang memiliki nomor halaman, header dan footer yang berbeda-beda. Mungkin dulu yang sering dilakukan adalah dengan membuat dokumen yang berbeda-beda untuk setiap bagian, jadinya malah seperti babI.doc, babII.doc, katapengantar.doc dan lainnya, yang seharusnya tidak perlu dilakukan jika kamu sudah mencoba dibawah ini.
Untuk membuat nomor halaman, header dan footer yang berbeda-beda pada setiap halaman dalam satu lembar kerja dokumen dapat dilakukan dengan cara menggunakan fitur break.
29 July 2011 | #Office, #Tips, #Word
Membuat Pauli Test Generator dengan Microsoft Word
Pada bulan Juni yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes pada PT. Astra Honda Motor dan Bank Bukopin Syariah. Awalnya saya mengira tesnya akan mirip-mirip dengan tes yang pernah saya ikuti di tempat lain, namun ternyata dugaan saya meleset *sedikit*. Di dua tempat tersebut untuk pertama kalinya saya bertemu dengan tes yang bernama Pauli dan Kraepelin, dua tes yang dari bentuknya saja sudah membuat saya bingung. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari panitia tes, saya seolah mendapatkan secercah harapan *halah* :p.
Sebagai gambaran, tes Pauli dan Kraepelin memiliki ukuran seperti kertas koran polos yang berisikan deretan angka-angka pada kedua sisinya. Tes ini digunakan untuk mengukur daya tahan, emosional, dan konsentrasi dari peserta tes.
Intinya kamu diminta untuk menjumlahkan angka-angka tersebut, contohnya seperti gambar dibawah ini, dan ketika panitia tes mengatakan "pindah" maka kamu harus menggaris bawahi angka terakhir yang kamu hitung lalu kamu dapat kembali melanjutkan perhitungan. Yang terpenting dari tes ini adalah ketelitian dan konsentrasi, usahakan kamu dapat tetap menjaga ritme perhitungan, misalnya jika sebelumnya kamu dapat mengerjakan 20 perhitungan, usahakan berikutnya kamu minimal mengerjakan 20 perhitungan, hal ini untuk tetap menjaga grafik pekerjaanmu. *ribet amat penjelasannya*
Sebagai gambaran, tes Pauli dan Kraepelin memiliki ukuran seperti kertas koran polos yang berisikan deretan angka-angka pada kedua sisinya. Tes ini digunakan untuk mengukur daya tahan, emosional, dan konsentrasi dari peserta tes.
Intinya kamu diminta untuk menjumlahkan angka-angka tersebut, contohnya seperti gambar dibawah ini, dan ketika panitia tes mengatakan "pindah" maka kamu harus menggaris bawahi angka terakhir yang kamu hitung lalu kamu dapat kembali melanjutkan perhitungan. Yang terpenting dari tes ini adalah ketelitian dan konsentrasi, usahakan kamu dapat tetap menjaga ritme perhitungan, misalnya jika sebelumnya kamu dapat mengerjakan 20 perhitungan, usahakan berikutnya kamu minimal mengerjakan 20 perhitungan, hal ini untuk tetap menjaga grafik pekerjaanmu. *ribet amat penjelasannya*
Subscribe to:
Posts (Atom)