14 April 2013 |

Kembali Membaca, The Magic of Thinking Big

Buku The Magic of Thinking Big
Buku berwarna pink yang terdapat pada gambar disebelah adalah salah satu karya motivator asal Amerika Serikat, David J. Schwartz, yang setelah dialih bahasakan menjadi "Berpikir dan Berjiwa Besar". Buku ini merupakan salah satu buku yang belum tuntas-tuntas saya baca bersama buku Brian Tracy, Create Your Own Future, yang diberikan oleh langsung oleh pak rektor tahun 2007 silam ketika mengikuti LKMM di Bogor.

Alasan utama buku tersebut tidak tuntas saya baca adalah karena kontennya begitu "bermanfaat" -menurut saya-, sehingga tidak boleh dihabiskan dalam satu waktu dan saya cenderung kembali membacanya dari awal alih-alih melanjutkan dari bagian terakhir, hal inilah yang membuat buku ini belum khatam sampai saat ini.

Buku ini yang akhirnya saya bawa ketika pulang kampung dan berharap dapat meliriknya kembali selama perjalanan, yang ternyata gagal, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur :D. Selama perjalanan kembali ke ibukota, saya memutuskan untuk melirik buku ini, yang kemudian membuat saya larut dan tidak menyadari bahwa kapal telah berlabuh di dermaga. Buku ini cukup menarik bagi saya karena begitu dekat dengan apa yang saya alami -mungkin juga dengan banyak orang lainnya-.
Dari sekian banyak dalih kegagalan, ada empat dalih kegagalan yang sering -secara sadar maupun tidak- kita gunakan ketika menghadapi kegagalan.
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Usia
  • Nasib
Seberapa sering kita mengatakan bahwa keberhasilan sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan? "Wajar aja dia sukses, kan dia udah S2 di universitas luar negeri" padahal keberhasilan tidak bergantung dari tingkat pendidikan seseorang, passion dan kesungguhan untuk mengejarnya lah yang menjadi kunci keberhasilan.

Kesehatan merupakan salah satu dalih yang kerap digunakan untuk bersembunyi dari tanggung jawab. Penyakit sendiri terbagi menjadi dua, penyakit fisik dan pikiran dan yang paling berbahaya diantara kedua tersebut adalah penyakit pikiran. Karena jika penyakit pikiran telah mengenai seseorang, maka tubuh yang sehat pun akan sakit karena pikirannya.

atau mungkin kamu pernah mengatakan, "Saya terlalu muda, atau saya terlalu tua", dalih ini merupakan yang paling sering kita ucapkan. Sangat sulit untuk mempertemukan kesempatan dengan "waktu yang tepat" yang kemudian menghasilkan keberhasilan, just do it.

Terakhir dan yang menjadi favorit adalah nasib. Nasib selalu dijadikan alasan utama kegagalan atau keberhasilan seseorang. "Dia sukses kan karena memang nasibnya bagus", nah kita perlu kembali lagi menelaah apa sih definisi dari nasib, dan apakah nasib itu tidak bisa diupayakan untuk berubah?

Seolah kebetulan, Jum'at lalu, takdir menjadi topik yang dibahas sang penceramah. Bahwa sesungguhnya ada hal-hal yang telah ditentukan kepada setiap manusia, namun manusia dapat merubah takdirnya dengan memperbanyak intensitas berdoa, bersedekah, bertasbih dan bershalawat. Untuk bagian bersedekah sudah banyak penulis yang menuliskan kemegahan yang didapatkan dari bersedekah diantaranya yang pernah saya baca adalah Yusuf Mansur, Muhammad Assad, Arief Budiman yang mengangkat mengenai Ikhtiar Bumi dan Logika Langit dalam buku Spiritual Creativepreneur.

Kalau saya tidak salah selain The Magic of Thinking Big (buku pink) masih ada buku warna hijau juga, mungkin masih seri dari The Magic of :D
 
© 2008-2016 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker