16 Desember 2014

Mengatasi Masalah "Base table or view not found"

Membangun web-based application kini menjadi semakin mudah dengan begitu banyaknya web framework yang tersedia, mulai dari Phalcon dan Laravel untuk PHP, Rails untuk Ruby, Node.js untuk Javascript dan masih banyak yang lainnya.

Beberapa hari yang lalu, salah satu client melakukan migrasi server dan perubahan hostname database. Perubahan tersebut tentunya membuat aplikasi-aplikasi yang sebelumnya bernaung di server tersebut harus mengalami penyesuaian pada koneksi database.

Setelah melakukan penyesuaian koneksi database dengan hostname yang baru, ternyata ada satu aplikasi yang masih belum berjalan dan memunculkan pesan error dibawah ini. Kebetulan aplikasi tersebut dibangun menggunakan Yii framework.

19 November 2014

Pembuatan dan Pengaturan Email Menggunakan cPanel

Layanan Google Apps for Education sejatinya merupakan layanan tidak berbayar dari Google untuk penyelenggara pendidikan dalam hal ini sekolah dan universitas. Namun dulu saya suka menggunakan layanan ini untuk mendaftarkan perusahaan yang bersifat komersial menggunakan layanan ini untuk mendapatkan email dengan nama domain di bagian belakang (user@namadomain.com).

Namun berhubung saat ini tim Google Apps melakukan review untuk setiap pendaftar Google Apps for Education, dan secara default setiap pendaftar mendapatkan masa pakai layanan selama 30 hari, jika ternyata akun Anda lolos review maka Anda bebas menggunakan layanan ini secara gratis.

Setelah akun saya ditolak oleh tim Google Apps, saya memutuskan untuk menggunakan layanan email milik cPanel, walaupun awalnya sedikit pesimis.

28 Oktober 2014

PerpuSeru - Konsep Perpustakaan Modern di Desa

Perkembangan dunia teknologi yang begitu pesat sedikit banyak memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak, terhadap berbagai lini kehidupan kita, salah satunya perpustakaan. Jika sebelumnya wajah perpustakaan yang kita kenal adalah tempat yang membosankan, rak-rak kayu tua yang berdebu, buku-buku yang sudah menguning, sepi, kini wajah tersebut mulai berubah ke arah yang lebih modern, dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi, perlahan dunia perpustakaan mulai menerapkan konsep digital library, akses WiFi gratis, komputer-komputer yang disediakan untuk melakukan riset, jurnal elektronik, tempat duduk yang lebih nyaman, suasana yang lebih homey dan masih banyak lainnya yang tentunya meningkatkan kenyamanan selama membaca buku di perpustakaan.

Pada tanggal 22-25 Oktober 2014 yang lalu, saya bersama rekan-rekan dari Binus Center mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengajar untuk kelas TOT bagi para fasilitator PerpuSeru, sebuah program CSR yang dilakukan oleh Coca Cola Foundation Indonesia, yang nantinya akan memberikan pelatihan kepada para peserta di desa yang akan berhubungan langsung dengan perpustakaan, mulai dari mengelola hingga mengajarkan kembali ke masyarakat lainnya.

Apa yang coba kami sampaikan lebih kepada cara menyampaikan materi, bukan kontennya. Kontennya sendiri terdiri dari 5 sesi, yaitu:
  1. Sesi 1 - Pengenalan Dasar Komputer
  2. Sesi 2 - Pengenalan Microsoft Office Dasar
  3. Sesi 3 - Pengenalan Dasar Internet
  4. Sesi 4 - Internet Sehat
  5. Sesi 5 - Dasar Keamanan Komputer
Dengan harapan besar untuk membangun perpustakaan sebagai community base, sehingga masyarakat dengan nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan riset, maupun belajar di perpustakaan, yang tentunya sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas teknologi mumpuni.

Semoga kedepannya wajah perpustakaan di Indonesia semakin menarik dan menjadi hacker space masyarakat Indonesia.

Bagaimana dengan kamu, kapan terakhir ke perpustakaan?
 
© 2008-2014 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker