30 Agustus 2014

Sudah Luruskah Niat mu?

Perjalanan seorang hamba di muka bumi ini selain ditentukan oleh takdir juga dipengaruhi oleh seberapa kuat ikhtiarnya.

Sebagian orang mungkin ditakdirkan lebih "beruntung" dibanding yang lainnya. Namun bisa jadi jadi kurang ikhtiar nya, sehingga yang didapatkan nya hanya sesuai dengan apa yang ditakdirkan baginya.

Sebagian yang lain mungkin takdir nya kurang terlihat begitu "beruntung", namun bisa jadi ikhtiar nya jauh lebih kuat dari yang lainnya, sehingga dia dapat merubah "takdirnya" menjadi lebih baik.

Yang terpenting adalah luruskan niat dan kuatkan ikhtiar mu. Lakukan semuanya untuk mengharapkan ridho-Nya, sembari membenahi urusan akhirat mu. In syaa Allah, urusan dunia mu sudah diatur oleh Nya.

In syaa Allah, saya akan memulai perjuangan ini di awal September 2014 dengan modal Rp 0, -. untuk membuktikan bahwa hal ini memang nyata adanya.

~catatan dari Stasiun Gambir

21 Juli 2014

Rejeki Sudah Diatur, yang Penting Terus Berusaha

Seringkali ketika sedang asik-asiknya mencari rejeki kita lalai akan kewajiban kita terhadap Sang Pemberi Rejeki. Dengan seribu satu alasan kita tunda apa yang telah menjadi kewajiban dengan harapan rejeki yang didapatkan akan lebih banyak, bagaimana bisa, sedangkan kewajiban kepada Sang Pemberi Rejeki saja kita abaikan.

Sebagian dari kita mungkin saat ini punya rejeki yang berlimpah, tapi jangan lupa bahwa rejeki itu adalah ujian, tidak memiliki rejeki pun ujian. Rejeki tidak harus selalu berupa uang. Umur panjang, kesehatan pun adalah rejeki. Jadi sudah sepantasnya kita bersyukur kepada sang Khalik atas apa yang kita miliki saat ini.

"Hidup kita di dunia tidak lama kok, jadi jangan sibuk mengingat masa lalu dan mencemaskan masa depan. Semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, yang penting jangan putus asa dan terus berusaha".

Saya jadi teringat perkataan seorang bapak yang saya temui di sebuah kapal dalam penyebrangan kembali ke Jakarta.

"Kamu akan merasakan kedekatan mu dengan tuhan ketika Istri mu akan melahirkan dan kamu tidak punya uang sepeserpun, disitulah kamu akan lihat bahwa setiap manusia yang lahir ke dunia pasti dibekali rejeki"

Rejeki itu tidak akan tertukar, tidak seperti sendal jepit.

Bagi yang masih merasa arus rejekinya bermasalah, buru-buru luruskan niatnya, rapihkan shalatnya, tingkatkan sedekahnya, In syaa Allah, rejeki pasti datang menghampirimu.

Renungan Senin malam bulan Ramadhan 1435 H, sembari mengingat kembali buku La Tahzan dan hapalan Juz Amma.

02 Juli 2014

Poster: Dilarang Buang Sampah Disini

Belakangan ini tumpukan sampah di tong sampah rumah saya semakin bertambah, sebagian besar sampah tersebut justru bukan berasal dari rumah saya, sepertinya sih ada tetangga yang ikutan nebeng buang sampah disitu, yang cukup mengganggu justru sampahnya dalam bentuk besar, seperti closet, kursi kayu, ranting, dll. Alhasil tukang sampah baru mau mengangkut sampah non-rumah tangga apabila dibayar lebih, tentunya hal ini jadi pengeluaran tambahan :(.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat poster dengan tujuan untuk mengingatkan agar si pelaku tidak lagi membuang sampah di tong sampah rumah orang lain. Lah wong punya tong sampah sendiri kok masih seneng buang di tempat tetangga.


Semoga saja poster ini dapat mengetuk hati nurani si pelaku. Amin.
 
© 2008-2014 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #DigitalMarketer #GrowthHacker #Parkour