28 Oktober 2014

PerpuSeru - Konsep Perpustakaan Modern di Desa

Perkembangan dunia teknologi yang begitu pesat sedikit banyak memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak, terhadap berbagai lini kehidupan kita, salah satunya perpustakaan. Jika sebelumnya wajah perpustakaan yang kita kenal adalah tempat yang membosankan, rak-rak kayu tua yang berdebu, buku-buku yang sudah menguning, sepi, kini wajah tersebut mulai berubah ke arah yang lebih modern, dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi, perlahan dunia perpustakaan mulai menerapkan konsep digital library, akses WiFi gratis, komputer-komputer yang disediakan untuk melakukan riset, jurnal elektronik, tempat duduk yang lebih nyaman, suasana yang lebih homey dan masih banyak lainnya yang tentunya meningkatkan kenyamanan selama membaca buku di perpustakaan.

Pada tanggal 22-25 Oktober 2014 yang lalu, saya bersama rekan-rekan dari Binus Center mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengajar untuk kelas TOT bagi para fasilitator PerpuSeru, sebuah program CSR yang dilakukan oleh Coca Cola Foundation Indonesia, yang nantinya akan memberikan pelatihan kepada para peserta di desa yang akan berhubungan langsung dengan perpustakaan, mulai dari mengelola hingga mengajarkan kembali ke masyarakat lainnya.

Apa yang coba kami sampaikan lebih kepada cara menyampaikan materi, bukan kontennya. Kontennya sendiri terdiri dari 5 sesi, yaitu:
  1. Sesi 1 - Pengenalan Dasar Komputer
  2. Sesi 2 - Pengenalan Microsoft Office Dasar
  3. Sesi 3 - Pengenalan Dasar Internet
  4. Sesi 4 - Internet Sehat
  5. Sesi 5 - Dasar Keamanan Komputer
Dengan harapan besar untuk membangun perpustakaan sebagai community base, sehingga masyarakat dengan nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan riset, maupun belajar di perpustakaan, yang tentunya sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas teknologi mumpuni.

Semoga kedepannya wajah perpustakaan di Indonesia semakin menarik dan menjadi hacker space masyarakat Indonesia.

Bagaimana dengan kamu, kapan terakhir ke perpustakaan?

15 Oktober 2014

Langkah Membuat Email Group pada Gmail

Sekedar ingin berbagi langkah-langkah sederhana untuk membuat email group pada Gmail.

Kenapa perlu membuat email group?
Sebagai contoh kamu diminta untuk berkorespondensi menggunakan email secara rutin dengan melibatkan 50 orang developer/designer dalam proses pengembangan software ~atau apapun juga :D~, terlebih lagi 50 developer/designer tersebut berada pada lokasi yang berbeda terlebih lagi apabila memiliki perbedaan zona waktu.

Nah, kamu bisa membuat dua group untuk menyelesaikan masalah diatas, yang pertama mengelompokan berdasarkan fungsi kerjanya (developer, designer, copy writer, etc), dan yang kedua membuat group berdasarkan lokasi (Jakarta, New Delhi, London, Sydney, etc).

Monggo dicek file langkah-langkah dibawah ini.
Langkah-langkah Membuat Email Group pada Gmail


Semoga bermanfaat.

10 Oktober 2014

Apa Perbedaan Forward Domain dan Forward with Masking?

Coretan ini merupakan coretan lama yang belum sempat ter-publish dan mendekam lama di draft. Berhubung ada waktu ceileh, saya menyempatkan untuk melengkapi apa yang belum sempat terjamah ini.

Apa sih beda antara Forwarding dan Masking pada domain. Hal ini berhubungan apabila kamu ingin melakukan redirect domain secara otomatis, misalnya kamu mau melakukan redirect dari AsikBanget.com ke AsikBanget.net.

Berikut penjelasannya seperti yang dikutip dari GoDaddy mengenai forwarding dan masking.

Non-Forwarding (Forwarding disabled) User mengunjungi website kamu, misalnya: AsikBanget.com, nah yang akan user lihat adalah konten dari website kamu AsikBanget.com, dan yang nampak di URL Address Bar browser user adalah AsikBanget.com.

Forwarding Kalau Forwarding, ketika user mengunjungi AsikBanget.com yang telah di-redirect ke AsikBanget.net, maka yang user lihat adalah konten yang terdapat pada AsikBanget.net, dan yang nampak pada URL Address Bar browser user adalah AsikBanget.net (redirect biasa).

Masking Sedangkan apabila kamu menggunakan masking maka ketika user mengunjungi AsikBanget.com, dia akan melihat konten dari AsikBanget.net, NAMUN URL Address Bar browser user tetap memperlihatkan domain AsikBanget.com.

Ya kurang lebih seperti itulah penjelasan singkatnya.

NB:
Coretan kali ini ditulis menggunakan Markdown text-editor
 
© 2008-2014 - AnggaRifandi
#Arsenal #London #TechStartup #WebAddict #GrowthHacker